Jumat, 14 Oktober 2011

AKU BENCI KAMU ! TAPI AKU MENCINTAIMU


Suara-suara yang tersamar dulu..
kenapa ia kembali..
aku ingin merayap ketepi..
tangan tangan menggerayangi..
menangkap setiap jejak yang terus ada tanpa henti..
mata mata berhenti dalam sebuah kubangan harapan..
kosong, membelenggu, tak pasti..
apa yang aku tahu bukan yang kumau..
sayap-sayap memutus, jatuh merayap..
hangus bersama angin semilir di tengah rimbun dedauan..
tanpa asa.. tanpa rasa, ataupun cinta..
Andai saja tak ada waktu itu..
saat ini tak akan terjadi..
andai saja tak ada engkau saat itu..
saat ini, perasaan ini juga tak akan terjadi..
dan andai saja kau tak seperti sekarang..
mungkin juga aku akan menghilang..
bersama dedaunan..
aku akan jatuh ketika ia menguning diatas dahan..
bersama angin..
aku terbang meninggi dengan semilir yang dingin..
bersama rasa..
aku hanyut dalam sebuah harapan hampa..
bersama air..
aku terbawa kemana ia mengalir..
namun bersamamu..
aku semakin kecanduan dan ingin selalu bersamamu..
dan bersama cinta ini..
sesungguhnya bukan engkau yang ku ingini..
dalam hatiku.. fikiranku.. perasaanku..
aku sangat mencintaimu.. juga membencimu..
***
Untuk seseorang yang jauh disana, kenapa dulu kita harus bertemu, kenapa engkau selalu ada dalam fikiranku, aku ingin kau pergi, tapi aku juga menginginkanmu kembali. aku ingin kau menjauh, tapi aku juga ingin kau berada dekatku dan dapat kusentuh. cinta ini bagai istana rasa yang semakin menguat, dan taukah engkau cinta.. engkaulah pondasi segala rapuhku.. yang menguatkan setiap langkahku..
Dariku yang selalu ingin mengertimu, dariku yang selalu begitu menyayangimu, dan dariku yang selalu belajar memahami hidupmu. adakah aku dalam hidupmu ? adakah aku dalam setiap sepimu, dan adakah aku disaat engkau membutuhkan sebuah topangan hati yang menguatkan. Andai saja engkau Mengerti.
Untuk kamu temanku , aku kangen kamu sekarang.

KODE ETIK PECINTA ALAM


Kode Etik Pecinta Alam

KODE ETIK PECINTA ALAM
Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
Pecinta Alam Indonesia adalah (sebagian) bagian dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab kepada Tuhan, Bangsa, dan Tanah Air
Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa Pecinta Alam adalah sebagian dari makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah Yang Maha Kuasa
Sesuai dengan hakekat diatas, kami dengan kesadaran menyatakan :
1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya.
3. Mengabdi kepada Bangsa dan Tanah air.
4. Menghormati Tata Kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya.
5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara Pecinta Alam sesuai dengan Azas Pecinta Alam.
6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan Tanah air.
7. Selesai.
Disyahkan bersama dalam
Gladian Nasional ke-4
Ujung Pandang, 1974

Siapa Pendaki Pertama Puncak Gunung Gede-Pangrango?



Raffles mengunjungi gunung Gede pada tahun 1811 dan dalam jabatannya sebagai Letnan Gubernur Jawa telah membuat kontruksi jalan setapak di sebelah Tenggara lereng gunung Gede, sisa-sisanya masih dapat dilihat disana.
Reinwrdt, pendiri Kebun Raya Bogor (Buitenzorg Botanic Garden) menginjakan kakinya di puncak gunung Gede pada bulan April tahun 1819. Namun demikian dia mempercayai bahwa seorang geologis/dokter Amerika yang bernama Thomas Horsfield telah mendaki gunung tersebut, tetapi tanggal pastinya tidak diketahui. Sebagi seorang rekan dari pendiri Zoological Society of London, Horsfield mengumpulkan specimen sejarah alam selama melakukan riset di Jawa dari tahun 1802 sampai 1819.
Pendaki pertama yang tercatat melalui Cibodas dilakukan oleh Blume mendaki lewat Cibeureum, Air Panas dan Kandang Badak, dimana rute tersebut kini banyak digunakan oleh para pendaki. Dari Kandang Badak dia berjalan kearah kawah, menyusuri kaki gunung Gede yang terjal dan memotong jalan melewati tebing hutan yang curam dan berbahaya, untuk masuk kesebelah Utara yang berkahir dialun-alun Suryakencana.
Dari padang rumput tersebut, Blume kemudian membuat jalan pendek yang mengharuskan dia mendaki tebing yang curam dan melewatu hutan sub alpin menuju puncak gunung.
Penghargaan pendaki pertama Gunung Gede-Pangrango yang sangat controversial diberikan kepada orang Jerman, Junghun, yang telah menemukan sebuah kawah kecil pada bulan April 1839. Akan tetapi beberapa tahun sebelumnya, pada bulan Agustus 1821, Kuhl dan Van Hasselt, dua orang biologis muda yang bekerja di Netherlands Commission for Natural Sciences, telah menulis surat yang menggambarkan bagaimana mereka mengikuti jejak badak menuju ke puncak gunung, Junghun sangat meragukan bahwa muncul karena mereka gagal menjelaskan tentang sejenis bunga ros (theimerial rose). Saat itu jenis tanaman yang spektakuler ini hanya tumbuh di kawah gunung Pangrango. Di Pulau Jawa tanaman tersebut hanya tercatat dibeberapa gunung yang tinggi, dan itupun hanya jenis-jenis yang benar-benar menarik perhatian.
Teysmann, yang kemudian menjadi Direktur Kebun Raya tersebut, mendukung pernyataan pertama. Pertentangan yang dibiarkan berlarut-larut menjadi semakin buruk dengan adanya kritikan Junghuhn yang tajam terhadap Teysmann yang membuka lahan hutan dalam rangka menanam tumbuhan dari luar. Sayangnya Heinrich Kuhl dan J. Van Hasselt tidak dapat diajak berunding karena mereka meninggal di Bogor pada usia muda yaitu 24 dan 26 tahun karena penyakit daerah tropis.
Identitas dari pendaki pertama yang menjejakan kaki di puncak gunung tidak akan pernah diketahui sampai saat ini, mungkin mereka yang menganut agama Hindu dari Kerajaan Pajajaran atau mungkin anggota masyarakat yang lebih tua dari masyarakat Kerajaan Pajajaran. Tidak diragukan lagi siapapun yang telah melihat kebawah dari puncak gunung tersebut pada waktu silam akan menemukan di Jawa lebih dari setengah juta tahun yang lalu.

Dari Gunung UNGARAN nyampe GEDONG SONGO ???????????

Pada tanggal 16 oktober 2011 dalam rangka ulang tahun DWISMAPALA aku dan teman2ku merayakannya di Gunung Ungaran . Kami dr pekalongan naek motor, berangkat jam 5 sampai disana jam 9 malam . Capek sii , tp sangat senang karena baru pertama ke luar kota naik motor .
sesampainya, kami istrahat di bascamp . hal yang paling indah saat ku dan temanku makan nasi dan tulang ikan. mungkin bagi orang yang belom biasa pasti nggak mau makan . tp karena laperr akhirnya ku dan temanku makan dengan lahaapnya :)
setelah prepare kami pun lngsung menuju lereng gunung ungaran . perjalanan yang menyeramkan ttpi mengasikkan . dari bawah terlihat lampu2 kota semarang dan ungaran .. indahnyyaaaa !!! sebelumnya kami menemui mata air yg airnya sangat segaarrrrr skali .. huft sangat melegakan tenggorokan .
setelah sampai kami pun bermalam di lereng bersama STAIN bersama STAIN PEKALONGAN . malam itu dingin menusuk tubuhku . kami pun membuat perapian dan membuat makan yg seadanya . aku dan temanku pun tidur . Antara lelap dan kedinginan dahhh :D
Kesokan harinya aku dan temanku langsung menuju ke puncak . sangat melelahkan karena baru pertama kali naik gunung . disana ku bertemu orang-orang yang sangat baik banged . hahaha , yang paling seru lagi medan yang ku lalui adalah bebatuan .
setelah sampai di puncak WOWWWWWWW INDAHNYA CIPTAAN ALLAH SWT . yang ku lalui ini ku sadar bahwa kita harus menjaga apa yang diberikan allah kpd kita . Salah satunya dengan menjadi pecinta alam sejati :)
kami pun turun menuju pos mawar aerah lereng gn. ungaran . setelah melalui hutan yang sangat lebat dan yang masih asri kami pun sampai di gedong songo . wisata cagar budaya yang perlu kita lestarikan.
pengalaman yang tk terlupakan, aku bangga menjadi anak INDONESIA !!!
inilah foto-fotonya :



Inilah KEBERSAMAAN kita :)

Pada tanggal 1 oktober aku dan teman-temanku pergi ke argo wisata kabalong di Lolong untuk Camping, Rafting dan Rappling . dengan menggunakan angkotan aku dan teman-temanku menuju lolong .
malam pun tiba, aku dan teman-temanku membuat perapian dan selanjutnya untuk makan . setelah semuanya selesae aku dan teman-teman bercanda tawa, bersendau gurau . kebersamaan yang tidak pernah ku lupakan . setelah itu aku mengajak adek kelas untuk pergi ke bawah untuk mengambil air di sungai . serem sihhh , cuma ya gimana karna dengan teman2 jadinya seruu lahh . 
hari mulai pagi , aku dan teman2 siap untuk rafting dan rappling. sebelumnya aku dan teman2 long march dulu . huft capeknya , medan yang aku tempuh naek turun . tp nggak papa , karena ditemani teman2 capek yg kurasakan sirna sudah .
setelah sampai di lokasi kami bersiap2 , dan pengarungan pun dimulai. seeerruuuuuu banget . apalagi saat perahu yang ku naiki terbalik . Hahahahaha :D seruu banged dahh . setelah puas mengarungi sungai , aku dan teman2 bersiap2 untuk rappling . hahaha , nggak berani aku turun dari jembatan nyampe ke bawah sungai ya sekitar 10meter lahh . 
jadi kesimpulannya , banyak hal yang kudapat di acara ini . dari pengetahuan tentang rafting dan rappling , dan 1 lagi yang penting KEBERSAMAAN !!! 
untuk lebih jelasnya lihat saja foto-foto yang ada :) 
TERIMA KASIH ......





BATIKKU , BATIK PEKALONGAN , BATIK INDONESIA

  • Sejarah Batik di Indonesia
       Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerjaan Solo dan Yogyakarta.

        Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerjaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah perang dunia kesatu habis atau sekitar tahun 1920. Adapun kaitan dengan penyebaran ajaran Islam. Banyak daerah-daerah pusat perbatikan di Jawa adalah daerah-daerah santri dan kemudian Batik menjadi alat perjaungan ekonomi oleh tokoh-tokoh pedangan Muslim melawan perekonomian Belanda.

        Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluaga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

        Lama-lama kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga kraton, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri.

        Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai tediri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanahlumpur.

        Jaman MajapahitBatik yang telah menjadi kebudayaan di kerajaan Majahit, pat ditelusuri di daerah Mojokerto dan Tulung Agung. Mojoketo adalah daerah yang erat hubungannya dengan kerajaan Majapahit semasa dahulu dan asal nama Majokerto ada hubungannya dengan Majapahit. Kaitannya dengan perkembangan batik asal Majapahit berkembang di Tulung Agung adalah riwayat perkembangan pembatikan didaerah ini, dapat digali dari peninggalan di zaman kerajaan Majapahit. Pada waktu itu daerah Tulungagung yang sebagian terdiri dari rawa-rawa dalam sejarah terkenal dengan nama daerah Bonorowo, yang pada saat bekembangnya Majapahit daerah itu dikuasai oleh seorang yang benama Adipati Kalang, dan tidak mau tunduk kepada kerajaan Majapahit.

        Diceritakan bahwa dalam aksi polisionil yang dilancarkan oleh Majapahati, Adipati Kalang tewas dalam pertempuran yang konon dikabarkan disekitar desa yang sekarang bernama Kalangbret. Demikianlah maka petugas-petugas tentara dan keluara kerajaan Majapahit yang menetap dan tinggal diwilayah Bonorowo atau yang sekarang bernama Tulungagung antara lain juga membawa kesenian membuat batik asli.

  • Sejarah Batik Pekalongan
       Meskipun tidak ada catatan resmi kapan batik mulai dikenal di Pekalongan, namun menurut perkiraan batik sudah ada di Pekalongan sekitar tahun 1800. Bahkan menurut data yang tercatat di Deperindag, motif batik itu ada yang dibuat 1802, seperti motif pohon kecil berupa bahan baju.

       Namun perkembangan yang signifikan diperkirakan terjadi setelah perang besar pada tahun 1825-1830 di kerajaan Mataram yang sering disebut dengan perang Diponegoro atau perang Jawa. Dengan terjadinya peperangan ini mendesak keluarga kraton serta para pengikutnya banyak yang meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah Timur dan Barat. Kemudian di daerah - daerah baru itu para keluarga dan pengikutnya mengembangkan batik.

       Ke timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulungagung hingga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkembang di Banyumas, Kebumen, Tegal, Cirebon dan Pekalongan. Dengan adanya migrasi ini, maka batik Pekalongan yang telah ada sebelumnya semakin berkembang.

       Seiring berjalannya waktu, Batik Pekalongan mengalami perkembangan pesat dibandingkan dengan daerah lain. Di daerah ini batik berkembang di sekitar daerah pantai, yaitu di daerah Pekalongan kota dan daerah Buaran, Pekajangan serta Wonopringgo.

  • Batik Pekalongan, antara Masa Lampau dan Kini
       BATIK pekalongan menjadi sangat khas karena bertopang sepenuhnya pada ratusan pengusaha kecil, bukan pada segelintir pengusaha bermodal besar. Sejak berpuluh tahun lampau hingga sekarang, sebagian besar proses produksi batik pekalongan dikerjakan di rumah-rumah.

       Akibatnya, batik pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan yang kini terbagi dalam dua wilayah administratif, yakni Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Batik pekalongan adalah napas kehidupan sehari-sehari warga Pekalongan. Ia menghidupi dan dihidupi warga Pekalongan.

       Meskipun demikian, sama dengan usaha kecil dan menengah lainnya di Indonesia, usaha batik pekalongan kini tengah menghadapi masa transisi. Perkembangan dunia yang semakin kompleks dan munculnya negara pesaing baru, seperti Vietnam, menantang industri batik pekalongan untuk segera mentransformasikan dirinya ke arah yang lebih modern.

       Gagal melewati masa transisi ini, batik pekalongan mungkin hanya akan dikenang generasi mendatang lewat buku sejarah.

       Ketika itu, pola kerja tukang batik masih sangat dipengaruhi siklus pertanian. Saat berlangsung masa tanam atau masa panen padi, mereka sepenuhnya bekerja di sawah. Namun, di antara masa tanam dan masa panen, mereka bekerja sepenuhnya sebagai tukang batik.

       ZAMAN telah berubah. Pekerja batik di Pekalongan kini tidak lagi didominasi petani. Mereka kebanyakan berasal dari kalangan muda setempat yang ingin mencari nafkah. Hidup mereka mungkin sepenuhnya bergantung pada pekerjaan membatik.

       Apa yang dihadapi industri batik pekalongan saat ini mungkin adalah sama dengan persoalan yang dihadapi industri lainnya di Indonesia, terutama yang berbasis pada pengusaha kecil dan menengah.

       Persoalan itu, antara lain, berupa menurunnya daya saing yang ditunjukkan dengan harga jual produk yang lebih tinggi dibanding harga jual produk sejenis yang dihasilkan negara lain. Padahal, kualitas produk yang dihasikan negara pesaing lebih baik dibanding produk pengusaha Indonesia.

       Penyebab persoalan ini bermacam-macam, mulai dari rendahnya produktivitas dan keterampilan pekerja, kurangnya inisiatif pengusaha untuk melakukan inovasi produk, hingga usangnya peralatan mesin pendukung proses produksi.

Selasa, 06 September 2011

Adventure with my friend's in Bromo


Tanggal 5 september 2011 ..
Aku dan teman2ku berlibur di Gn. Bromo dan Gn.Batok di Probolinggo Jawa Timur .. Indah banget pemandangan dari Tengger .. Kulihat gn. semeru , gn widodareni disekitar .. Banyak hal yang ku dapati disana , salah satunya ku dapat mengenal kebiasaan di suku Tengger yaitu mereka kalo pagi ke ladang dan sore kembali kerumah ..

Untuk menuju ke puncak pananjakan sangat jauh , akhirnya ku putuskan untuk naek kuda ato bahasa pekalongannya JARAN .. hahaha , saat ku menaiki kuda tsb rasaanya takut bangettt .. karna itu hal prtama ku naek kuda .. ku merasa kuda tsb sangat lelah slaen medan yang nge-trak di tambah pula dengaan bobot saya yang berat .. hahaha , tp tak papa kuda tsb sangat friendly :))

Sampailah aku dan teman2 ku d ujung puncak pananjakan .. ku pun naek tangga itu satu per satu , huh rasanya mrinding because pasir yang ada di tangga pananjakan licin .. dan rasa lelah pun masuk dlam tbuhku , dan ditemani pula angin dan pasir yang bertebangan ..

Rasa lelahku terbyar ktika ku melihat kawah kaldera bromo yang indahhh , tapi menakutkan .. Dan sangat yang ku banggakan ketika ku dapat mengibarkan bendera Dwi Smapala SMA N 2 PEKALONGAN :)) puas dan senanggg ... ku dan teman2ku meneriakkan DWI SMAPALAAAAA go freedom !!!!!!

Ceritaku ini adalah sebuah pengalaman yang tak terlupakan , walupun keadaan bromo pasca erupsi sekitar setengah bulan yang lalu namun tak dapat menghilangkan keindahannya :)
I'AM REALLY REALLY HAPPY :))